Minggu, 29 Juni 2014

Menghitung Rendemen dengan Grain analyze tester

 Untuk menghitung rendemen gabah ks menjadi beras menggunakan grain analis agak sedikit ribet,karena diperlukan modal peralatan yang cukup banyak...
antara lain

  • Mesin Grain analyse
  • Timbangan
  • Moisture meter
  • Oven untuk kue dengan timer
  • dan alat pendukung seperti nampan,penjepit...dsb

Berikut langkah langka pengukuran , untuk mudahnya kami sertakan gambar agar lebih gamblang..
  • Ambil sampling acak dalam nampan, campur campur sebentar.
  • Ukur kadar air nya , langkah ini diperlukan untuk menetukan lamanya kita masukkan dalam oven.
  • Ambil dan timbang 300gr , jadikan 2 nampan masukan dalam oven


  • Seting oven 100 derajat celcius, seting timer 20 menit. nyalakan.
  • Setelah selesai diamkan agar dingin.
  • Timbang lagi ,lalu ukur kadar airnya lagi. untuk hasil maksimal usahakan hasil pengeringan oven berada pada kadar air 15% s/d 16% , ini perlu latihan berulang ulang.
  • Dari hasil diatas dapat dihitung berapakah penyusutannya, hasil gabah keringnya ditimbang dari 300gr basah menjadi 251gr kering, kadar air nya dari 35% basah menjadi 15,6% kering. Kadar air untuk patokan pengukuran adalah 14%. Jadi selisih gabah kering dengan patokan ( 15,6 - 14) adalah 1,6%.
  • Jadi gabah kering untuk 14% nya adalah 251gr - 1,6% = 246.984gr artinya dari 300gr gabah basah diperoleh 246,984 gabah kering.
  • langkah selanjutnya adalah mengambil 100gr gabah kering hasil diatas untuk di pecah kulit dengan Grain Analis.

  • Hasil beras pecah kulit nantinya akan dipoles untuk mengetahui rendemen GKG ke Beras,masukkan beras pecah kulit ke bagian poles mesin, jangan semuanya namun lakukan separo separo agar beras pecah kulit tidak habis manjadi katul pada saat proses.
  • Seting timer mesin ke 45 detik,jangan lupa menutup pengunci output nya agar beras tidak langsung terjun ke area hasil.Setelah semuanya diperiksa dan dilakukan ,buka ruang hasil nya dan kita lihat yang pertama adalah hasil bekatul dan menir, masukan ke ayakan menir,karena menirnya akan kita sertakan dalam hasil. Lalu buka penguncinya untuk menurunkan berasnya.
  • Lakukan hal yang sama pada separonya lagi. Lalu timbang hasil beras dan menir tadi. itulah Rendemen GKG pada analisa tersebut diatas. Hasil nya adalah 59gr.
  • Jadi hasil rendemen GKG ke Beras adalah 59%. Lalu berapakah Rendemen GKS ke Beras..?  Cara menghitungnya begini
Hasil pengeringan tadi adalah 246,984gr
246,984 x 59% = 145,72056 gr artinya dalam 246,984 gabah kering mengandung 145,72056 beras, untuk rendemen GKS ke Berasnya  adalah Beras Hasil  dibagi dengan GKS (dalam %)
145,72056 : 300 % =  48,57352% pembulatanya 48,57%
Kenapa harus 300 ? Karena sampling tadi yang kita ambil 300gr GKS.
Jadi rendemen dari gabah diatas 48,57%.
Kesulitan dari cara ini adalah mendapatkan kadar air 15% - 16%  pada saat peng-ovenan. Harus sering latihan . 
Demikianlah cara menghitung rendemen degan Grain Analyse Tester, untuk penghitungan manual telah diuraikan pada bahasan yang lalu.
Jika anda terbantu silakan klik halaman Donasi
      







Minggu, 22 Juni 2014

Mengenal alat tester Grain Analyse Tester

 Mengenal alat alat yang digunakan untuk menghitung rendemen gabah ke beras  GKS ke Beras maupun GKG ke Beras, harga alat ini lumayan mahal, jadi mustahil petani sederhana seperti kita memilikinya. untuk itulah kemarin kita telah membahas penghitungan rendemen dengan cara sederhana, jadi meskipun tidak memiliki alat ini kita masih bisa bekerja. Lagipula cara kerja alat ini sedikit ribet , jadi sukar dipelajari dengan cepat
ini adalah gambar alat tersebut
Grain Analyse Tester
Penjelasan
Input gabah digunakan untuk memasukan gabah kering
Blower digunakan untuk meniup sampah hasil giling gabah
Output sampah untuk mengeluarkan kulit gabah yang digiling
Output  beras pk adalah tepat keluarnya beras pecah kulit dan hasil blower
Setelan blower untuk menyetel besarnya sampah yang akan dikeluarkan
timer untuk timer
Saklar untuk saklar
Input beras pk digunakan untuk memasukkan beras pk yang akan dipoles
Output beras & katul adalah tempat hasil terakhir.
  Mengenai cara penggunaannya akan kita bahas pada sesi berikutnya.      



Sabtu, 21 Juni 2014

Rendemen GKS ke Beras secara kalkulasi

 Untuk menghitung rendemen gks ke beras , yang kita ukur adalah kadar sampah,kadar hampa,dan kadar air. Mengenai cara pengukuran nya telah kita uraikan padaa tulisan sebelumnya.
Peralatan Yang diperlukan

  • Moisture meter
  • Alkohol 
  • Timbangan digital

 Ini adalah contoh padi ks  yang masuk beberapa waktu yang lalu, beserta hasil pengukurannya
hasil pengukuran

kita ambil contoh gabah cepu yang masuk di akhir mei kemarin
hampa
Berikut data datanya
Kadar sampah (sa) : 1%
Kadar Hampa (ha) : 7,27% (seperti hasil diatas)
Kadar air (ka) : 35%
   Cara mrnghitungnya sebagai berikut, kita asumsikan berat gabah kering sawah (GKS) 1000kg,
maka yang kita cari pertama kali adalah berat Amilum (zat Tepung)
1000kg - 1% = 990 ( kita buang sampahnya)
990 - 7,27% = 918,027 (kita buang hampanya)
918,027 - 35% = 596,71755 ( kita buang airnya)
596,71755 adalah berat Amilum
Gabah kering Giling yang paling bagus kadar airnya adalah 14%
GKG = Amilum + 14%  air
ini adalah rumus dasarnya, jadi yang perlu kita temukan adalah berat air 14% yang terjebak dalam GKG, kenapa harus 14% ?
karena jika kadar air dibawah itu beras gampang patah, kalo diatasnya (lebih besar sama dengan 15%) roll pecah kulit cepat aus.
Air = 14%(Amilum + Air)
Air = 14%Amilum + 14%Air
Air-14%Air = 14%Amilum
utk mudahnya
100%Air - 14%Air = 14%Amilum
karena nilai air adalah 1 atau 100% pada persamaan  Air-14%Air = 14%Amilum
jadi bisa kita tuliskan begini
100%Air - 14%Air = 14%Amilum
86%Air = 14%Amilum
Air = 14%Amilum : 86%
jadi utk hitungan diatas air yang terjebak adalah
Air = (14% X 596,71755) : 86%
maka hasilnya adalah 97,140066
GKG = Amilum + 14%  air
GKG = 596,71755 + 97,140066
GKG = 693,85761
Rendemen beras (%) = (GKG X67%) : GKS 
Rendemen beras (%) = (693,85761 x 67%) : 1000%
Rendemen beras (%) = 46,48%
 Kenapa harus 67 %  (Rendemen beras (%) = (GKG X 67%) : GKS )?
Angka 67% adalah rendemen GKG ke beras pada laboratorium kami, ini kami ujikan berulang ulang pada beberapa sampling, hasil rendemen yang sebenarnya tidak jauh beda dengan hasil analisa diatas. Mungkin di kemudian hari akan kami coba jelaskan juga penghitungan rendemen dengan menggunakan  Grain Analyz Tester.
Dari hasil diatas bisa diartikan bahwa dalam 1000kg GKS mengandung 464,8 kg beras
 jika anda masih binggung anda bisa bertanya via whatsapp, jika kami ada sambungan dataplan akan kami jawab secepatnya.
Donasi lihat pada halaman donasi      







Senin, 16 Juni 2014

Mengukur kadar hampa


Gabah sampling yang akan diukur
  Untuk mengukur hampa kita perlu sampling yang diambil dari beberapa sak, kemudian dicampur/diaduk aduk,lalu kita ambil sebanyak 100gr
diambil 100gr
Ada 2 cara mengukur hampa pada gabah ks
  1. Timbang 100gr lalu pilih gabah hampa dengan yang berisi,pisahkan...kemudian timbang yang berisi dan yang hampa. Prosentase hampa = hampa / 100gr (dalam %) , Contoh : yang hampa ketika ditimbang menghasilkan 5gr, maka pembagian nya adalah 5:100% hasilnya adalah 5%. Jadi hampa nya 5%
  2. Cara kedua dengan mengunakan alkohol, cara ini sering kita lakukan di lab kami, setelah gabah ditimbang 100gr ,lalu dimasukan kedalam wadah ,diaduk dengan alkohol
wadah yang disiapkan

aduk aduk agar hampa mengambang
lalu timbang yang mengambang, timbang juga yang tenggelam lalu jumlahkan
berat gabah hampa

berat gabah isi



Dari uraian diatas (metode 2 ) maka kesimpulan nya prosentase hampanya 7,27%
Terima kasih


Minggu, 15 Juni 2014

Mengukur kadar sampah

  Untuk menentukan rendemen  gabah selain kadar air , kadar hampa dan sampah juga sangat menentukan. Mengapa demikian..? karena kita membeli gabah tidak dalam keadaan yang benar benar bersih dan juga sistem pertanian kita juga sangat sederhana, para petani umumnya menjual dengan keadaan apa adanya, karena membutuhkan uang cepat.
Gabah  yang masuk ayak an
 Untuk memisahkan sampahnya Gabah dimasukan dalam mesin ayakan, jarak kasa ayakan 2cm X 2cm dengan jarak 4cm, dengan begitu gagang padi akan terpisah. Nantinya sampah sampah tersebut dimasukan kedalam sak dan kita timbang. Menimbangnya cukup satu sak saja nti yang lainnya kita ambil kira kira saja, Hasil sampah tadi kita bagi dengan berat gabah yang kita beli.
contoh :
Berat GKS = 8.780 kg
sementara sampah yang kita kumpulkan tadi ada 5 sak
@sak = 20kg
20kg X 5 = 100kg
maka cara menghitungnya
100/8.780% = 1,1%
maka kadar sampah nya adalah 1,1%